selamat datang dan salam berjuang Free West Papua.

ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) SEKTOR TANGERANG BANTEN

-->

Rabu, 08 Juni 2016

Seruan KNPB Aksi Demo 15 Juni

KNPBKomite Nasional Papua Barat (KNPB) kembali berniat untuk menggelar aksi demo di Papua dengan tujuan mendukung diterimanya ULMWP menjadi anggota penuh MSG pada pertemuan yang akan dilakukan 14 Juli 2016 mendatang di Honiara.
Setelah sebelumnya pada tanggal 31 Mei yang lalu KNPB menghembuskan isu yang sama yaitu diterimanya perwakilan ULMWP yang hadir pada KTT MSG di Port Moresby, PNG dan telah diterimanya laporan pelanggaran HAM oleh sekjen PBB, Ban Ki Moon, kendati semuanya hanyalah isu yang mereka hembuskan agar masyarakat Papua mendukung kegiatan mereka.
Pada kenyataannya, perwakilan ULMWP yang diharapkan hadir dalam pertemuan tersebut tidak datang, bahkan diusir dan tidak diperkenankan masuk PNG oleh pemerintah setempat.
Hal ini juga telah banyak diberitakan oleh media nasional maupun internasional yang artinya apa yang dikatakan oleh KNPB hanyalah isapan jempol belaka.
Kelompok anti pembangunan Papua ini sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat Papua justru sebaliknya, aksi demo KNPB berusaha untuk mengacaukan situasi Papua tanah damai yang sudah bertahun-tahun kita rasakan bersama sekaligus menjadi ancaman terhadap gencarnya pembangunan yang sedang berlangsung di Papua.
Lalu apa maksud dari demo tipu-tipu KNPB selama ini di Papua?
Wakil Ketua DPR Papua, Yanni, SH mengatakan “ada pihak asing yang menjadi dalang untuk mengganggu kedaulatan dan persatuan kesatuan Bangsa Indonesia dengan menyulut kemerdekaan Papua. Aksi demo yang dilakukan oleh KNPB ada scenario dan sutradaranya, sehingga lebih kuat merongrong keutuhan NKRI”.
Dibalik itu semua, terdapat oknum pejabat daerah yang terlibat baik secara langsung maupun tidak dalam aksi demo KNPB tersebut, seperti yang kita ketahui bersama bahwa kegiatan demo semacam itu membutuhkan dana yang besar.
Sudah semestinya pihak kemanan dalam hal ini Kepolisian harus mengusut tuntas dugaan aliran dana aksi demo KNPB tersebut karena banyak masyarakat Papua yang dirugikan.
Masyarakat Papua tidak boleh hanya diam dan mengikuti hasutan demi hasutan yang disebarkan pihak yang tidak bertanggung jawab seperti KNPB.
Perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Papua bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang memberikan dukungan terhadap referendum karena Papua adalah bagian dari Indonesia.
Jika berbicara tentang penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua, jangan hanya mendengar isu-isu yang dihembuskan kelompok anti pembangunan Papua tapi lihatlah kenyataan yang ada. Bahwa mulai dari Gubernur sampai pimpinan terendah di kampung-kampung semuanya adalah Orang Asli Papua (OAP).
Perkembangan pembangunan saat ini barjalan dengan sangat baik dan pemerintah pusat juga sudah mempercayakannya kepada putra putri asli Papua sehingga diharapkan permasalahan-permasalahan yang ada di daerah dapat terakomodasi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan tanpa mengkesampingkan tradisi dan budaya yang selama ini dijunjung tinggi di Papua.
Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat Papua harus mendukung kelancaran dan percepatan pembangunan di Papua yang saat ini yang telah dicanangkan sebagai agenda nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing.
Hanya dengan persatuan, kita bisa jadikan Papua sebagai daerah yang sejajar dengan kota-kota besar di Indonesia bahkan dunia internasional.
Satukan tujuan untuk membangun Papua yang mandiri, sejahtera dan berkepribadian.
Syaloom, Tuhan Memberkati. . .

Tidak ada komentar: